Allah Swt berfirman : “Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Maidah [5] ayat 74)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Zumar [39] ayat 53)
1. BERTAUBAT
Al-Quran yang suci mengatakan :”Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran [3] ayat 135)
(QS Al-Maidah [5] ayat 39)
2. BERBAKTI DAN MENDOAKAN KEDUA ORANGTUA
Al-Quran yang mulia mengatakan : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS Al-Ahqaf [46] : 15-16)
2. MENGIKUTI PETUNJUK, DAN WASIAT RASULULLAH SAW SERTA MEMULIAKANNYA
Al-Quran yang mulia mengatakan: “Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad Saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [3] ayat 31)
(QS Al-Hujurat [49] ayat 3)
3. INFAQ
Allah Swt berfirman : “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS Al-Taghabun [64] ayat 17)
4. BALASAN DI DUNIA
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, “Apabila Allah menghendaki kebaikan atas seseorang hamba maka Allah segerakan balasannya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukkan atas seorang hamba maka ditundalah balasannya sehingga ia mendapatkannya di Hari Qiyamat.” (Bihar al-Anwar 81:177)
5. SABAR ATAS UJIAN HIDUP
Al-Quran suci mengatakan : “..kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS Hud [11] ayat 11)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya seorang mu’min itu apabila melakukan dosa maka diujilah dia dengan kefakiran maka apabila ia sabar niscaya hal itu menjadi penghapus dosanya. Atau diuji ia dengan penyakit, maka apabila ia sabar niscaya hal itu menjadi penghapus dosanya atau ia diuji dengan rasa ketakutan dari Sultan (raja) yang menuntutnya, maka hal itupun menjadi penghapus dosanya atau ia dicoba sehingga ia menemui kematiannya maka ketika ia berjumpa dengan Allah maka tidak ada lagi dosa-dosanya dan Allah memasukkannya ke dalam surga.” (Bihar al-Anwar 81 : 199)
6. MUSIBAH
Rasulullah saww bersabda, “Tidaklah menimpa musibah kepada seorang mu’min laki-laki dan perempuan atas dirinya dan hartanya serta anaknya sehingga ketika ia menjumpai Allah maka tidak ada lagi kesalahan padanya.”(Bihar al-Anwar 67 : 236)
7. SIKSA KUBUR DI ALAM BARZAKH
Imam Ali ar-Ridha as berkata, “[Di dalam firman-Nya : “Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.” (QS Al-Rahman [55] ayat 39)], “Sesungguhnya barangsiapa yang memiliki keyakinan yang benar lalu dia berbuat dosa dan dia tidak sempat bertaubat di dunia, maka diazablah ia di Alam Barzakh sampai ketika ia di hari Qiyamat tidak ada lagi dosanya dan tidak pula ia ditanya tentang itu” (Tafsir Nur ats-Tsaqalain 5 : 155)
8. PENYAKIT
Imam Ali ar-Ridha as berkata, “Sakit bagi orang mu’min merupakan penyucian (atas dosanya) dan juga rahmat. Tetapi bagi orang yang ingkar, sakit adalah ’azab dan laknat dan sesungguhnya penyakit bagi seorang mu’min adalah penghapus dosa.” (Bihar al-Anwar 81 : 183)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya penyakit itu membersihkan jasad dari dosa-dosa sebagaimana alat peniup pandai besi membersihkan karat dari besi.” (Bihar al-Anwar 81 : 197)
Ditanyakan kepada Amirul Mu’minin as tentang penyakit yang menimpa seorang bayi, beliau menjawab, “Itu merupakan penghapus dosa (kafarat) bagi orang tuanya.” (Bihar al-Anwar 81 : 186)
Allah Ta’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi), “Ahli taat-Ku dalam jamuan-Ku, dan ahli syukur-Ku dalam limpahan-Ku, dan ahli dzikir-Ku dalam nikmat-Ku, tapi ahli maksiat kepada-Ku tidak ada bagian untuk mereka dari rahmat-Ku. Tetapi jika mereka bertaubat maka Aku adalah kekasihnya, dan apabila mereka berdoa maka Aku akan jawab doanya dan apabila mereka sakit, Aku yang akan menyembuhkannya dan Aku akan mengobati mereka dengan ujian dan musibah untuk membersihkan mereka dari dosa-dosa dan cela.” (Bihar al-Anwar 77 : 42)
9. KESEDIHAN
Rasulullah saww bersabda, “Apabila seorang mu’min telah banyak dosa-dosanya dan ia belum mengamalkan apa-apa yang dapat menghapus dosa-dosanya maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan demi menghapus dosa-dosanya.” (Bihar al-Anwar 73 : 157)
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya kesedihan itu menghapus dosa orang muslim.” (Bihar al-Anwar 73 : 157)
10. KESUSAHAN DI DALAM MENCARI PENGHIDUPAN (NAFKAH)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya ada dosa di antara dosa-dosa yang tidak dapat dihapus dengan shalat dan tidak juga dengan sedekah.”, maka ditanyakan kepada Nabi saww, “Apakah yang dapat menghapusnya wahai Rasulullah?”, jawab Nabi, “Kesusahan di dalam mencari penghidupan.”
(Bihar al-Anwar 73 : 157)
11. TAQWA, KEJUJURAN, PERBUATAN BAIK, DAN AMAL SHALIH
Allah SwT berfirman, “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Al-Thalaq [65] ayat 5)
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS Hud [11] ayat 114)
(QS Al-Ahzab [33] ayat 35)
(QS Al-Ahzab [33] 70-71)
Lihat ayat-ayat lainnya : QS 34:4; 35:7; 36:11, 67:12
12. AKHLAQ YANG BAIK
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya akhlaq yang baik itu menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana matahari mencairkan es dan sesungguhnya akhlaq yang buruk itu merusak amal (baik) sebagaimana cuka merusak madu.” (Bihar al-Anwar 71 : 356)
Rasulullah saww bersabda,“4 hal yang dapat menghapus dosa dan Allah gantikan dengan kebaikan : 1. Shadaqah, 2. Malu, 3. Akhlaq yang baik, 4. Rasa syukur.” (Bihar al-Anwar 71 : 332)
13. MEMPERBANYAK SUJUD
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww dan berkata,“Wahai Rasulullah, telah banyak dosa-dosaku tapi sedikit amalku,” maka Rasul saww bersabda, “Perbanyaklah sujud karena sujud itu menggugurkan dosa sebagaimana angin menggugurkan dedaunan dari pohon” (Bihar al-Anwar 85 : 162)
14. HAJJI DAN UMRAH
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saww telah bersabda, ”Dari satu umrah ke umrah berikutnya merupakan penghapus dosa yang ada di antara keduanya dan hajji yang diterima (Allah) balasannya adalah surga dan ada suatu dosa di antara dosa-dosa yang tidak dapat diampuni kecuali dengan wukuf di ‘Arafah.” (Bihar al-Anwar 99 : 50)
15. BERDOA, BERISTIGHFAR DAN BERZIKIR
Al-Quran yang mulia mengatakan : “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS Al-Nisa [4] ayat 110)
16. BANYAK MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA
Imam Ali Ar-Ridha as berkata, “Barangsiapa yang belum mampu untuk menghapus dosa-dosanya maka perbanyaklah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karena yang demikian itu dapat merontokkan dosa serontok-rontoknya” (Bihar al-Anwar 94 : 47)
17. HIJRAH, BERJIHAD DI JALAN ALLAH & MENAMPUNG KAUM MUHAJIRIN *]
Al-Quran yang mulia mengatakan :”Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain . Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS Ali Imran [3] ayat 195)
(QS Al-Anfal [8] ayat 74)
Lihat juga ayat-ayat : QS Al-Shaff [61] : 11-12;
18. KEMATIAN
Rasulullah saww bersabda, “Kematian dapat menjadi penebus dosa-dosa orang-orang beriman.” (Amali lil-Mufid, h. 166)
“Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami
dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami
dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang ingkar.”
(QS Ali Imran [3] ayat 147)
(QS Ali Imran [3] ayat 193)
Amin ya Ilahi Rabbi…
Tampilkan postingan dengan label al qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al qur'an. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Desember 2009
Sabtu, 06 Juni 2009
TIPS MEMPERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT (TARHIB) ROMADHON, ayo sahabat persiapkan dari sekarang
Sahabat, waktu bergulir begitu cepat. kini bulan mulia yang senantiasa dinantikan umat Muslim yang beriman kini hampir tiba, sudahkah kita mempersiapkannya?? pertamanya mari kita berdo'a semoga Allah masih membri kesempatan kepada kita untuk bisa menikmatinya, menggunakanny untuk menambah kecintaan Allah terhadap kita..
ayo persiapkan mulai dari sekarang. biar Ramadhan Tahun ini makin berkah, makin berubah smakin baik...ga hanya lapar dahaga tapi ia menjadi kekuatan yang bisa membuat kita menjadi muslim seutuhnya..
*********************************************************************
Dari hadist Qudsi yang shahih Alloh swt berfirman:
“Semua amal anak Adam untuknya, kecuali shaum. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala…”
(HR Bukhori dan Muslim)
“Dia meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan syahawatnya karena-Ku, dan meninggalkan istrinya karena-Ku”
(HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya)
Demikianlah Alloh berfirman, bahwa inilah -satu-satunya- amal yang kita persembahkan kepada Alloh swt. Laksana seorang hamba yang memberikan (kado) amal terbaik untuk robb-Nya, maka kita harus sebisa mungkin berupaya menjadikan shaum kita sebaik-baik shaum, terlebih bila shaum yang kita maksud ialah shaum Ramadhan yang begitu tinggi kemuliaannya. Dan belum tentu kita akan mendapatkannya kembali, besok, tahun-tahun yang akan datang, bahkan shaum Romadhon tahun ini.
Menjadikannya lebih baik ialah dengan memasang target dan melakukan persiapan yang sangat matang sehingga kita mampu mengisi setiap detik Romadhon nanti tanpa kesiaan dan optimalisasi amal. Bagi yang belum mempersiapkan, maka sekaranglah saatnya bersiap, dan sebaik-baik awal persiapan ialah bergembira menyambut Romadhon penuh rohmah (tarhib Romadhon).
Berikut sedikit tips-tips dalam mempersiapkan dan mengisi Romadhon tahun ini –khususnya- yang Insya Alloh takkan kita biarkan berlalu begitu saja:
1)Memasang target perbaikan diri hingga paska Romadhon. Inilah yang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim. Ingin apa kita Romadhon tahun ini? Lebih sabar? Lebih banyak hafalan? Semuanya tentu tergantung prioritas-prioritas perubahan yang kita inginkan setiap tahunnya. Jika tidak dilakukan, bisa-bisa paska Romadhon amal ibadah kita tidak jauh beda dari sebelumnya. Itulah sebab kita harus berazzam bahwa insya Alloh kita akan berubah dan istiqomah paska Romadhon nanti (mulai saat ini) layaknya kepompong menjadi kupu-kupu.
2)Mengqodho hutang shaum Romadhon tahun lalu sebanyak hari yang ditinggalkannya, yakni bagi mereka yang berhalangan karena udzur syar’I. Segerakanlah qodho sebelum tiba shaum Romadhon tahun ini.
3)Berupaya meninggalkan kesia-an, kemaksiatan dan belajar menjaga diri menjelang Romadhon. “…Apabila seseorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan tidak berguna…” (HR Bukhori dan Muslim) dalam riwayat yang lain “Betapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya selain rasa lapar” (HR Bukhori). Insya Alloh kita termasuk yang berharap amal Romadhon kali ini diridhoi-Nya dan dijauhkan dari kehampaan nilai shaum, hanya dikarenakan oleh kemaksiatan dan kesia-an tak berguna yang kita lakukan.
4)Berniat benar-benar untuk mencari setiap kebaikan Romadhon. Melanjutkan kebaikan yang sudah dawwam kita lakukan dan menambahnya dengan kebaikan yang baru. “Di bulan itu ada yang memanggil, ‘Wahai pencari kebaikan, lanjutkanlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah !’” (HR Abdur Rozaq dan diriwayatkan oleh Hakim serupa dengan itu)
5)Memperbanyak mencari ilmu tentang shaum, dengan rajin membaca buku, menghadiri majelis-majelis ilmu agar shaum kita istimewa dan tidak kita lewatkan begitu saja -karena kita mengisinya- dengan ‘kebodohan’.
6)Secara khusus mempelajari hal-hal yang menjadi rukun dan membatalkan shaum Romadhon kita. Sehingga selain berupaya menjalankan ibadah sesuai syariat agar diterima oleh-Nya, upaya ini juga akan membantu kita untuk melaksanakan ibadah shaum dengan lebih mudah, tidak mempersulit diri dan mantap karena yakinnya kita akan amal shaum kita.
7)Secara khusus mempelajari hal-hal yang disunnahkan dalam shaum Romadhon sehingga kita bisa bersungguh-sungguh mengamalkan dan mendapatkan keistimewaan-keistimewaannya/ fadilah Romadhon
8)Persiapkan dan manfaatkan Romadhon untuk zikir dan taat. Jadikan shaum kali ini penuh dengan zikrulloh dan do’a kepada-Nya sepanjang Romadhon. Demikian karena puasa menjadikan diri ini dalam kondisi ruhani yang dekat kepada ketaqwaan sehingga maqbul-lah doa kita.
9)Berderma dan mempersiapkan bekal (ilmu, amal, materi, dll) untuk Romadhon: Ibnu Abbas ra mengatakan, “Dahulu Nabi saw adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, terlebih lagi di bulan Romadhon…” (HR Bukhori)
10)Rencanakan untuk sepuluh hari terakhir dalam mencari lailtul Qodr. Jangan sampai kekhusyukkan sepuluh malam penutup Romadhon terganggu oleh hal-hal (agenda) yang tidak penting dan tidak terkendali. ‘Aisyah ra mengatakan: “Jika memasuki sepuluh hari itu, Rosululloh saw mengencangkan kainnya, menghiodupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” (HR Tirmidzi). Jadikan pula sepuluh hari terakhir sebagai penutup terbaik di bulan berkah. Berikut diantara do’a yang dipanjatkan Rosululloh saw: “Ya Alloh jadikanlah sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku menghadap-Mu, sebaik-baik umurku adalah pada akhirnya, dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya”
11)Meningkatkan tilawah, tahfidz dan tadabbur al Qur’an. Inilah bekal yang utama dalam menghadapi Romadhon. Bagaimana mungkin kita akan bersemangat beribadah bila bekal taujih rabbaniyyah kita minim. Agar kelak kita optimal dengan alQur’an, maka mulai dari sekarang kita upayakan pengakrabannya. Jelas diperlukan pentahapan untuk itu. Upayakan Rojab tilawah kita 1 juz/hari, Sya’ban 2 juz/hari sehingga setidaknya Romadhon nanti kita bisa tilawah 3 juz/hari. Demikian pula dengan hafalan kita.
12)Lunasi hutang piutang sesegera mungkin dan saling mengampuni dosa dengan sesama saudara, agar tepat 1 Romadhon nanti kondisi kita lapang untuk beribadah, tidak terganggu dan terhambat oleh utang dan dosa yang masih membebani –dan menjadi kewajiban- kita.
13)Ramai-ramai dengan masyarakat menjadikan Romadhon sebagai ‘musim kebaikan’. Syiarkan di buletin-buletin kelas di kampus, baligho, radio, koran, Tv, dsb. agar setiap tahunnya selalu kondusif untuk ibadah dan menjadi ancaman bagi kemadhorotan. Dijadikannya sebagai ‘musim kebaikan’ karena di bulan inilah amal sholeh dilipatgandakan, ampunan dapat sangat kita harapkan kedatangannya, doa-doa terkabul hingga setiap jiwa yang bersih akan terhindar dari api neraka.
ayo persiapkan mulai dari sekarang. biar Ramadhan Tahun ini makin berkah, makin berubah smakin baik...ga hanya lapar dahaga tapi ia menjadi kekuatan yang bisa membuat kita menjadi muslim seutuhnya..
*********************************************************************
Dari hadist Qudsi yang shahih Alloh swt berfirman:
“Semua amal anak Adam untuknya, kecuali shaum. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala…”
(HR Bukhori dan Muslim)
“Dia meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan syahawatnya karena-Ku, dan meninggalkan istrinya karena-Ku”
(HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya)
Demikianlah Alloh berfirman, bahwa inilah -satu-satunya- amal yang kita persembahkan kepada Alloh swt. Laksana seorang hamba yang memberikan (kado) amal terbaik untuk robb-Nya, maka kita harus sebisa mungkin berupaya menjadikan shaum kita sebaik-baik shaum, terlebih bila shaum yang kita maksud ialah shaum Ramadhan yang begitu tinggi kemuliaannya. Dan belum tentu kita akan mendapatkannya kembali, besok, tahun-tahun yang akan datang, bahkan shaum Romadhon tahun ini.
Menjadikannya lebih baik ialah dengan memasang target dan melakukan persiapan yang sangat matang sehingga kita mampu mengisi setiap detik Romadhon nanti tanpa kesiaan dan optimalisasi amal. Bagi yang belum mempersiapkan, maka sekaranglah saatnya bersiap, dan sebaik-baik awal persiapan ialah bergembira menyambut Romadhon penuh rohmah (tarhib Romadhon).
Berikut sedikit tips-tips dalam mempersiapkan dan mengisi Romadhon tahun ini –khususnya- yang Insya Alloh takkan kita biarkan berlalu begitu saja:
1)Memasang target perbaikan diri hingga paska Romadhon. Inilah yang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim. Ingin apa kita Romadhon tahun ini? Lebih sabar? Lebih banyak hafalan? Semuanya tentu tergantung prioritas-prioritas perubahan yang kita inginkan setiap tahunnya. Jika tidak dilakukan, bisa-bisa paska Romadhon amal ibadah kita tidak jauh beda dari sebelumnya. Itulah sebab kita harus berazzam bahwa insya Alloh kita akan berubah dan istiqomah paska Romadhon nanti (mulai saat ini) layaknya kepompong menjadi kupu-kupu.
2)Mengqodho hutang shaum Romadhon tahun lalu sebanyak hari yang ditinggalkannya, yakni bagi mereka yang berhalangan karena udzur syar’I. Segerakanlah qodho sebelum tiba shaum Romadhon tahun ini.
3)Berupaya meninggalkan kesia-an, kemaksiatan dan belajar menjaga diri menjelang Romadhon. “…Apabila seseorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan tidak berguna…” (HR Bukhori dan Muslim) dalam riwayat yang lain “Betapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya selain rasa lapar” (HR Bukhori). Insya Alloh kita termasuk yang berharap amal Romadhon kali ini diridhoi-Nya dan dijauhkan dari kehampaan nilai shaum, hanya dikarenakan oleh kemaksiatan dan kesia-an tak berguna yang kita lakukan.
4)Berniat benar-benar untuk mencari setiap kebaikan Romadhon. Melanjutkan kebaikan yang sudah dawwam kita lakukan dan menambahnya dengan kebaikan yang baru. “Di bulan itu ada yang memanggil, ‘Wahai pencari kebaikan, lanjutkanlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah !’” (HR Abdur Rozaq dan diriwayatkan oleh Hakim serupa dengan itu)
5)Memperbanyak mencari ilmu tentang shaum, dengan rajin membaca buku, menghadiri majelis-majelis ilmu agar shaum kita istimewa dan tidak kita lewatkan begitu saja -karena kita mengisinya- dengan ‘kebodohan’.
6)Secara khusus mempelajari hal-hal yang menjadi rukun dan membatalkan shaum Romadhon kita. Sehingga selain berupaya menjalankan ibadah sesuai syariat agar diterima oleh-Nya, upaya ini juga akan membantu kita untuk melaksanakan ibadah shaum dengan lebih mudah, tidak mempersulit diri dan mantap karena yakinnya kita akan amal shaum kita.
7)Secara khusus mempelajari hal-hal yang disunnahkan dalam shaum Romadhon sehingga kita bisa bersungguh-sungguh mengamalkan dan mendapatkan keistimewaan-keistimewaannya/ fadilah Romadhon
8)Persiapkan dan manfaatkan Romadhon untuk zikir dan taat. Jadikan shaum kali ini penuh dengan zikrulloh dan do’a kepada-Nya sepanjang Romadhon. Demikian karena puasa menjadikan diri ini dalam kondisi ruhani yang dekat kepada ketaqwaan sehingga maqbul-lah doa kita.
9)Berderma dan mempersiapkan bekal (ilmu, amal, materi, dll) untuk Romadhon: Ibnu Abbas ra mengatakan, “Dahulu Nabi saw adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, terlebih lagi di bulan Romadhon…” (HR Bukhori)
10)Rencanakan untuk sepuluh hari terakhir dalam mencari lailtul Qodr. Jangan sampai kekhusyukkan sepuluh malam penutup Romadhon terganggu oleh hal-hal (agenda) yang tidak penting dan tidak terkendali. ‘Aisyah ra mengatakan: “Jika memasuki sepuluh hari itu, Rosululloh saw mengencangkan kainnya, menghiodupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” (HR Tirmidzi). Jadikan pula sepuluh hari terakhir sebagai penutup terbaik di bulan berkah. Berikut diantara do’a yang dipanjatkan Rosululloh saw: “Ya Alloh jadikanlah sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku menghadap-Mu, sebaik-baik umurku adalah pada akhirnya, dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya”
11)Meningkatkan tilawah, tahfidz dan tadabbur al Qur’an. Inilah bekal yang utama dalam menghadapi Romadhon. Bagaimana mungkin kita akan bersemangat beribadah bila bekal taujih rabbaniyyah kita minim. Agar kelak kita optimal dengan alQur’an, maka mulai dari sekarang kita upayakan pengakrabannya. Jelas diperlukan pentahapan untuk itu. Upayakan Rojab tilawah kita 1 juz/hari, Sya’ban 2 juz/hari sehingga setidaknya Romadhon nanti kita bisa tilawah 3 juz/hari. Demikian pula dengan hafalan kita.
12)Lunasi hutang piutang sesegera mungkin dan saling mengampuni dosa dengan sesama saudara, agar tepat 1 Romadhon nanti kondisi kita lapang untuk beribadah, tidak terganggu dan terhambat oleh utang dan dosa yang masih membebani –dan menjadi kewajiban- kita.
13)Ramai-ramai dengan masyarakat menjadikan Romadhon sebagai ‘musim kebaikan’. Syiarkan di buletin-buletin kelas di kampus, baligho, radio, koran, Tv, dsb. agar setiap tahunnya selalu kondusif untuk ibadah dan menjadi ancaman bagi kemadhorotan. Dijadikannya sebagai ‘musim kebaikan’ karena di bulan inilah amal sholeh dilipatgandakan, ampunan dapat sangat kita harapkan kedatangannya, doa-doa terkabul hingga setiap jiwa yang bersih akan terhindar dari api neraka.
Langganan:
Postingan (Atom)