Jumat, 05 Juni 2009

Dalil-dalil Sharih Yang Melarang Orang Kafir Menjabat Pemimpin Negara

Dalil-dalil Sharih Yang Melarang Orang Kafir Menjabat Pemimpin Negara
Adapun dalil yang melarang orang-orang kafir menjabat kepala negara adalah sebagai berikut;
Pertama, Allah swt melarang kaum Muslim membuka jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum Muslim;
وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
“Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin”. [TQS An Nisaa’ (4):141]
Jalan yang paling mudah dan penting untuk menguasai kaum Muslim adalah kepemimpinan dalam urusan negara dan pemerintahan.[Lihat Imam Syaukaniy, Fath al-Qadiir, juz 2/233] Atas dasar itu, memberikan hak kepada orang kafir menduduki jabatan kepala negara, sama artinya dengan memberikan jalan kepada mereka untuk menguasai kaum Muslim. Padahal, hal ini jelas-jelas dilarang oleh syariat.
Kedua, Allah swt melarang kaum Muslim menjadikan orang-orang kafir memimpin kaum Muslim;
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan wali (pemimpin)-mu, orang-orang yang menjadikan agamamu sebagai bahan ejekan dan permainan, (yaitu) dari orang-orang yang diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir…” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 57).
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi walimu (pemimpinmu); sesungguhnya sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali (pemimpin), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 51); dan lain sebagainya.
Ayat-ayat di atas merupakan larangan sharih bagi kaum Muslim menjadikan orang-orang kafir sebagai kepala negara (pemimpin). Ayat di atas qath’iy al-dilaalah, sehingga tidak membuka ruang adanya perbedaan pendapat mengenai larangan menjadikan musuh-musuh Allah sebagai pemimpin (waliy).
Ketiga, Allah swt mewajibkan taat kepada ulil amriy yang Muslim. Allah swt berfirman;
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.[TQS An Nisaa’ (4):59]
Ayat ini kaum Mukmin wajib mentaati ulil amriy (kepala negara) yang berasal dari kalangan orang-orang beriman; dan tidak ada ketaatan kepada pemimpin-pemimpin kafir. Frase ”minkum” menunjukkan bahwa ulil amriy yang harus ditaati oleh kaum Muslim adalah ulil amriy yang beragama Islam, alias Mukmin. Lalu, bagaimana kita diperkenankan mengangkat orang kafir sebagai pemimpin negara, sementara itu, kepala negara itu harus ditaati oleh orang-orang Mukmin, sedangkan mereka (orang kafir) tidak boleh ditaati oleh orang-orang beriman?
Keempat, hadits-hadits shahih menggariskan kewajiban memisahkan diri dan memerangi pemimpin-pemimpin yang telah terjatuh kepada kekufuran yang nyata. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwasanya dia berkata:
دَعَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ فَقَالَ فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ
“Nabi SAW mengundang kami, lalu kami mengucapkan baiat kepada beliau dalam segala sesuatu yang diwajibkan kepada kami bahwa kami berbaiat kepada beliau untu selalu mendengarkan dan taat [kepada Allah dan Rasul-Nya], baik dalam kesenangan dan kebencian kami, kesulitan dan kemudahan kami dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian (kita) melihat kekufuran secara nyata [dan] memiliki bukti yang kuat dari Allah.”[HR. Bukhari]
Hadits di atas menjelaskan bahwa jika seorang penguasa telah terjatuh kepada kekufuran yang nyata, maka kaum Mukmin diperbolehkan melepaskan ketaatan dari mereka dan wajib memerangi mereka dengan pedang jika mampu.
Al-Hafidz Ibnu Hajar, tatkala mengomentari hadits-hadits di atas menyatakan, bahwa jika kekufuran penguasa bisa dibuktikan dengan ayat-ayat, nash-nash, atau berita shahih yang tidak memerlukan takwil lagi, maka seorang wajib memisahkan diri darinya. Akan tetapi, jika bukti-bukti kekufurannya masih samar dan masih memerlukan takwil, seseorang tetap tidak boleh memisahkan diri dari penguasa.
Imam al-Khathabiy menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan “kufran bawahan“ (kekufuran yang nyata) adalah “kufran dzaahiran baadiyan” (kekufuran yang nyata dan terang benderang)
Menurut ‘Abdul Qadim Zallum; larangan memisahkan diri dari penguasa telah dikecualikan oleh pecahan kalimat berikutnya, yakni,” kecuali jika kalian (kita) melihat kekufuran secara nyata dan memiliki bukti yang kuat dari Allah.”[HR. Bukhari]. Ini menunjukkan, bahwa seorang muslim wajib memisahkan diri dari penguasa, bahkan boleh memerangi mereka dengan pedang, jika telah terbukti dengan nyata dan pasti, bahwa penguasa tersebut telah terjatuh ke dalam “kekufuran yang nyata.”
Bukti-bukti yang membolehkan kaum muslim memerangi khalifah haruslah bukti yang menyakinkan (qath’iy). Ini didasarkan pada kenyataan, bahwa kekufuran adalah lawan keimanan. Jika keimanan harus didasarkan pada bukti-bukti yang menyakinkan (qath’iy), demikian juga mengenai kekufuran. Kekufuran harus bisa dibuktikan berdasarkan bukti maupun fakta yang pasti, tidak samar, dan tidak memerlukan takwil lagi. Misalnya, jika seorang penguasa telah murtad dari Islam, atau mengubah sendi-sendi ‘aqidah dan syariat Islam berdasarkan bukti yang menyakinkan, maka ia tidak boleh ditaati, dan wajib diperangi. Sebaliknya, jika bukti-bukti kekufurannya tidak pasti, samar , dan masih mengandung takwil, seorang muslim tidak diperkenankan mengangkat pedang di hadapannya.
Lalu, bagaimana bisa dinyatakan bahwa orang-orang kafir diperbolehkan menjadi kepala negara (pemimpin bagi kaum Muslim), sementara itu, Nabi saw memerintahkan kaum Muslim memisahkan diri dan memerangi para penguasa yang telah terjatuh kepada kekufuran yang nyata?

DUKUNGAN BAGI IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG DITAHAN.

KAMPANYE EMAIL PADA RS OMNI INTERNATIONAL

Mari masing-masing kita melakukan sesuatu secara nyata sebagai bentuk dukungan kita pada Prita Mulyasari.

Teman-teman jurnalis, media dan pengacara yang bersimpati sudah melakukan tindakan di bidang mereka masing-masing.

Apa yang bisa kita lakukan?

Mari mulai dengan KAMPANYE EMAIL ini. Bagaimana caranya?

1. Copy-paste email di bawah

2. Bubuhkan nama Anda sebagai pengirim

3. Kirimkan ke alamat info@omnihealthcare.co.id dan info@omni-hospitals.com cc kan ke pengacaranya Risma Situmorang, Heribertus & Partners di rhnp@cbn.net.id

4. Jika ingin lebih Anda bisa menyalurkan keluhan ini juga lewat telepon +622153125555 atau print dan fax +622153128666

4. Redaksional email dapat diubah, sesuai dengan keingingan Anda (jangan gunakan kata kasar/sara tentunya)

5. Tolong sebarkan KAMPANYE EMAIL ini melalui milis/forum atau email ke teman-teman Anda yang lain, ajak untuk mengirimkan email juga.


Semoga aksi nyata dan bentuk dukungan ini bisa efektif dan memberi dampak nyata pada kebebasan Prita Mulyasari secepatnya!

Ayo emailkan sekarang juga!


= = = = = = = = email untuk di copy-paste = = = = = = = = =
to: info@omnihealthcare.co.id, info@omni-hospitals.com
cc: rhnp@cbn.net.id

Yth.
Management RS OMNI International dan Pengacaranya
Tanggerang

Dengan hormat,

Berkenaan dengan kasus hukum Prita Mulyasari salah satu mantan pasien RS OMNI International tangerang dan pemberitaan yang kami baca melalui Internet dan media massa maka kami berpendapat bahwa tindakan dari Management RS OMNI International sangatlah BERLEBIHAN dan TIDAK PERLU.

Surat Pembaca dan Email Pribadi Prita Mulyasari yang dia tulis adalah ungkapan kekecewaan terhadap pelayanan yang RS OMNI International tangerang berikan.

Bukannya menanggapi keluhan pelanggan tersebut dengan baik dan menyelesaikan masalahnya, RS OMNI International tangerang malah melakukan tuntutan hukum PERDATA dan PIDANA dan dalam proses melakukan KRIMINALISASI pada pasien Anda sendiri.

Keluhan pelanggan/pasien yang mana hak-nya dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Karena sebab diatas maka kami menuntut agar RS OMNI International tangerang agar:

- Menghentikan segera semua upaya tuntutan hukum Perdata maupun Pidana pada Prita Mulyasari

- Dalam kasus Perdata, karena terlanjur diputuskan: tidak melakukan banding dan tidak melakukan eksekusi hukumnan

- Dalam kasus Pidana, karena sudah terlanjur masuk persidangan, memberikan support pada Prita Mulyasari dan memberikan kesaksian yang meringankan

- Memberikan layanan yang terbaik, sesuai hukum dan kode etik pelayanan kesehatan bagi para pasiennya

- Tidak lagi mengkriminalisasi pasien-pasien dan pelanggan RS Omni International tangerang

Ini adalah suara publik dan pelanggan yang kami yakin akan Anda dengarkan dan pertimbangkan dengan serius dan masak-masak.

Mohon agar kasus ini dapat diselesaikan dengan segera dan tidak berlarut-larut.


Hormat saya,


[Nama pengirim]
[Alamat/Lokasi]
[Tanggal]

Kamis, 04 Juni 2009

AC Manullang: Intel Asing Berupaya seret BIN dan TNI di Pilpres

Jakarta - Jelang pilpres 8 Juli mendatang diprediksi akan terjadi perang intelijen dari masing-masing pasangan capres-cawapres. Pasalnya, masing-masing pasangan memiliki tokoh militer.

"Semua kandidat memiliki tokoh militer, seperti SBY, Prabowo, dan Wiranto.
Masing-masing akan menggunakan pengetahuan mereka tentang intelijen untuk
memenangkan pertarungan di pilpres," jelas mantan Direktur Bakin (sekarang BIN), DR A.C Manullang kepada detikcom, Senin malam, (1/6/2009).

Dijelaskan Manullang, perang intelijen yang akan dilakukan bukan sekadar
menggunakan metode konvensional, seperti spionase, sabotase, maupun penggalangan massa. Operasi intelijen modern, seperti penyesatan informasi juga akan dilakukan dalam perang tersebut.

Pakar intelijen tersebut menambahkan, adanya operasi intelijen bukan hanya terjadi di pilpres. Dalam pemilu legislatif, April lalu, operasi serupa juga terjadi.

"Melonjaknya perolehan suara Partai Demokrat (PD) merupakan hasil kerja intelijen. Pengendali operasinya adalah mantan panglima TNI Jenderal Purn Djoko Suyanto melalui tim echo," ungkap Manullang.

Perang intelijen tersebut, kata Manullang, dikhawatirkan bakal menyeret BadanIntelijen Nasional (BIN) dan TNI. Bahkan intelijen Amerika Serikat (AS) saat ini ikut campur untuk memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres tertentu.

"Saat ini intelijen asing yang dimotori AS sudah terjun ke lapangan. Mereka berupaya menarik BIN dan TNI untuk mendukung pasangan tertentu," jelasnya.

Ikut campurnya AS dinilai Manullang, bertujuan melancarkan grand strategi global yang mereka usung, yakni neoliberalisme dan Neokapitalisme.

Ketika ditanya siapa capres-cawapres yang sedang "dikawal" intel asing, Manullang mengatakan, mereka adalah pasangan yang selama ini disebut-sebut
beraliran neoliberal. "Siapa lagi kalau bukan pasangan incumbent yang selama ini dikatakan beraliran neoliberal," tandas Manullang.

Sebelumnya, cawapres Prabowo Subianto meminta BIN, TNI, dan Polri tidak terlibat dalam politik praktis menjelang pemilihan presiden pada 8 Juli nanti.

Selain itu, Prabowo juga menyambut baik usulan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso untuk membarakkan kembali personil TNI selama dua hari selama masa pemilihan presiden nanti.

Rabu, 03 Juni 2009

Koreksi atas Gerakan Reformasi 1998

Koreksi atas Gerakan 98

dari berbagai uraian di atas, penting kiranya bagi kita untuk melakukan penilaian atas pengalaman perjuangan rakyat dan pemuda-mahasiswa di Indonesia untuk melahirkan simpulan-simpulan berarti bagi. Diperuntukka dalam mematangkan pemahaman dan memajukan lagi pekerjaan membangkitkan, menggorganisasikan dan menggerakkan perjuangan massa di Indonesia. Demikian beberapa penilaian-penilaian pokok tersebut. Pertama, Sejarah Perjuangan Rakyat di Indonesia telah dilakukan sejak sekian lama, jauh sebelum gerakan mahasiswa 98 itu lahir. Bahkan sebelum proklamasi 1945, gerakan tani dan buruh memberi inspirasi bagi lahirnya organisasi pemuda dan relajar untuk melawan penindasan dan penghisapan, terutama oleh kaum kolonialisme, feodalisme dan imperialisme serta klas-kals reaksioner dalam negeri. Karenanya gerakan mahasiswa haruslah secara rendah hati, Siap dipimpin oleh gerakan rakyat.

Kemudian yang Kedua, Dalam perjuangan tersebut, gerakan pemuda dan mahasiswa memiliki prestasi tersendiri dan sumbangan cukup berarti terutama dalam gerakan melawan kolonialisme, mempertahankan kemerdekaan di masa awal Revolusi Agustus 1945 dan penumbangan rejim boneka imperialis Fasisme Soeharto. Selain itu yang Ketiga, Kelemahan akan pemahaman teoritis dan praktek perjuangan pembebasan di dalam negeri di kalangan gerakan massa secara luas, telah mengakibatkan percobaan-percobaan ilmiah perjuangan rakyat yang dilakukan untuk melawan kolonialisme, feodalisme, imperialisme dan klas-klas reaksioner dalam negeri begitu mudah dipatahkan.

Selanjutnya yang Keempat, Selama ini, kepemimpian perjuangan yang terjadi dalam sejarah perjuangan rakyat Indonesia masih didominasi oleh kepemimpinan kaum borjuasi, sehingga mengakibatkan pengorbanan luar biasa yang dilakukan oleh rakyat dan pemuda-mahasiswa di Indonesia jatuh kembali dalam kubangan penindasan dan penghisapan. Kemudian yang tak kalah penting, yang Kelima, Dalam konteks kekinian diperlukan sebuah upaya-upaya konkret untuk memajukan kembali gerakan massa demokratis di Indonesia untuk melawan dominasi imperialisme dan rejim boneka di dalam negeri sebagai kaki tangan dan antek setia dari imperialis pimpinan AS


Berdasarkan penilaian-penilaian tersebut, ada beberapa penyimpulan atas pengalaman perjuangan gerakan rakyat dan pemuda-mahasiswa di Indonesia yaitu : Pertama, Dari Segi Ide atau Orientasi Perjuangan Masih kentalnya ide-ide kepemimpinan yang dilahirkan dari pikiran borjuasi kecil dalam setiap aktivitas gerakan massa telah menyebabkan gerakan massa tersebut mudah patah di tengah jalan dan tidak mempunyai pandangan serta arahan-arahan maju ke depannya. Ciri khas dari watak yang selalu bimbang dan ragu, dalam perjalanannya juga dapat menumpulkan gerakan massa itu sendiri. Contohnya, banyak dari pimpinan massa ketika reformasi 1998, sekarang malah menjadi bagian dari arus sistem politik hari ini. Mereka begitu mudah tergiur dengan tawaran elit politik borjuasi, seperti uang dan jabatan, hingga kemudian meninggalkan perjuangan yang diusung sebelumnya dan kekuatan massa yang digalang. Ketika pemilu 2004 lalu atau menuju pemilu 2009 sekarang, banyak tokoh-tokoh mahasiswa yang memilih terlibat dalam politk prkatis dengan rame-rame mendaftarakn diri sebagai calon legislatif. Selain itu, muncul kecenderungan “brokerisme” dan “abang-abangan” dalam dunia gerakan yang membuat gerakan cenderung terkotak-kotak dalam permainan-permainan isu yang dihembuskan oleh elit politik. Mereka kurang memahami tentang catatan-catatan tentang kenyataan konkret masyarakat Indonesia dan pengalaman perjuangan rakyat yang ditempuh selama ini, sehingga tidak ada upaya-upaya untuk memajukan lagi perjuangan massa.

Yang Kedua, Dari Segi Politik Gerakan Massa Demokratis selama ini tidak memiliki garis politik yang tepat dan tegas. Sebuah garis yang secara ilmiah lahir dari kenyataan rakyat serta meletakkan dasar bagaimana rakyat (termasuk Mahasiswa harus berjuan). Tentu saja Politik tersebut haruslah melihat secara menditail dari karakter masyarakat indonesia. Hal ini menyebabkan gerakan massa begitu mudah terombang-ambing dalam situasi yang berkembang. Gerakan massa cenderung terjebak dengan propaganda yang memoderasi aspirasi sejati perubahan rakyat atau terdorong dalam pertarungan kepentingan arus elit kekuasaan. Gerakan massa juga sering digunakan oleh kelompok tertentu untuk melakukan perubahan politik secara drastis (perebutan kekuasaan secara langsung ataupun penggulingan rejim) ataupun dukung mendukung elit kekuasaan. Ini diakibatkan ketidakjelasan program politik yang diusung bagi kepentingan massa ataupun untuk memblejeti klik reaksioner yang kini berkuasa, hingga kehilangan independensi politik dalam bersikap, berpendirian dan bertidak dalam garis massa.

Selanjutnya ketiga, Dari Segi Organisasi, ketidakmampuan untuk mengkonsolidasikan massa yang telah dimobilisir sebelumnya dalam aksi-aksi massa. Banyak kemudian organisasi-organisasi massa yang eksistensinya patah di tengah jalan. Melupakan bahwa setiap aksi-aksi yang dilakukan memiliki usaha untuk terus memenangkan perjuangan dan menambah kekuatan atau membangun basis massa. Sehingga kemudian massa dibiarkan tetap dalam posisi mengambang (floating mass). Kondisi seperti ini tentu saja sangat menguntungkan bagi rejim anti rakyat.


Kemana Gerakan Mahasiswa Harus Melangkah?
Berdasarkan hal tersebut, maka pentiung melakukan gerakan untuk memebenahi kembali Gerakan Massa Demokratis di Indonesia, atau disebut ”Gerakan Pembetulan”. Gerakan Pembetulan adalah sebuah upaya untuk membetulkan kembali ide, politik dan organisasi serta membangkitkan kembali Gerakan Massa. Dalam ”Gerakan Pembetulan” teresbut, ada beberapa hal yang prinsipil untuk memperbaiki kembali, yaitu :

Untuk mencegah dominasi ide-ide borjuasi kecil dalam perjuangan gerakan massa, maka gerakan massa harus meningkatkan kerja-kerja Investigasi Sosial dan Analisa Klas (ISAK) dan melakukan pekerjaan propaganda/edukasi secara intensif bagi pimpinan massa hingga massa itu sendiri. ISAK, adalah sebuah pekerjaan untuk mengetahui secara langsung keadaan konkret yang ada disekitar kita. Yang kemudian akan dijadikan senjata untuk melakukan perjuangan massa. Prinsipnya, ”No Investigation, No Right To talk”. Pekerjaan ini, bisa dilakukan di desa, kota ataupun kampus. ISAK adalah landasan awal dalam bekerja, menentukan garis perjuanngan, menganalisa, hingga membuat program kerja. Sementara Propaganda/edukasi adalah pekerjaan untuk membangkitkan kesadaran, yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman teori dan memperhebat praktek kerja massa.

Secara politik, berpegang pada garis perjuangan yang tepat, yaitu garis politik ”Demokrasi Nasional”. Garis ini lahir bukan karena wangsit atau pesenan orang-orang tertentu. Tapi berdasarkan analisa terhadap perkembangan masyarakat Indonesia saat ini, yaitu masyarakat setengah jajahan dan setengah feodal dibawah dominasi imperialisme yang berbasiskan sisa-sisa feodalisme. Kemudian, menggalang ”Front Persatuan Nasional” yang berlandaskan pada persekutuan dasar antar klas buruh dan kaum tani. Dan terus berupaya menggalang seluruh kekuatan rakyat yang anti imperialisme dan anti feodalisme di Indonesia. selanjutnya, melancarkan kampanye massa dari basis terendah hingga nasional untuk menggerakkan massa menuntut hak-hak demokratisnya hingga perlawanan terhadap imperilaisme dan feodalisme.

Yang tidak kalah penting Secara organisasi, menghimpun seluruh massa yang ada di penjuru Indonesia, dengan membangun organisasi-organisasi massa dari tingkat desa, kota, pabrik, kampung, kampus hingga nasional untuk menjadi sebuah kekuatan massa yang patriotik, demokratik dan militan. Dengan demikian, organisasi akan memiliki topangan dasarnya di basis terendahnya masing-masing.

Selasa, 02 Juni 2009

Amerika Musuh Utama Ummat Islam

Amerika dengan pemerintahan Obama melancarkan serangan sapu bersih terhadap sebagian besar negeri-negeri Islam dan umat Islam. Amerika mengobarkan perang saudara, menekan para penguasa anteknya agar menerapkan politik agresi dan permusuhan Amerika, dan mempermainkan urusan-urusan politik dalam dan luar negeri di negeri-negeri Islam yang lain.

Di Pakistan, Amerika telah berhasil melibatkan pasukan Pakistan dalam perang melawan Taliban secara komprehensif. Dalam merealisasikan tujuannya, Amerika dibantu oleh komandan militer dan presiden Pakistan, dimana keduanya menyatakan perang yang akan berlangsung lama terhadap gerakan Taliban.

Dengan mengobarkan perang saudara di Pakistan, maka terjadilah bencana lain yang membuat rakyat Pakistan terus menderita, jutaan rakyat Pakistanis lari dari lembah Swat, sehingga kamp-kamp pengungsi tidak lagi mampu menampung mereka, bahkan organisasi dari PBB mengumumkan terjadinya krisis kemanusiaan yang tidak menutup kemungkinan akan menjadi malapetaka kemanusiaan yang luar biasa.

Para petinggi Pakistan bukannya meninggalkan ketidakadilan, menghentikan peperangan, dan menolak pendiktian, serta campur tangan Amerika untuk kepentingan rakyat mereka, justru mereka semakin jauh melakukan ketidakadilan, bahkan mereka menuntut lebih banyak dukungan militer Amerika dan militer Inggris untuk terus melancarkan peperangan. Untuk itu, Zardari menandatangani strategi pakta pertahanan di London, dengan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, serta meminta kepada Amerika untuk menambah pesawat-pesawat pengintai tanpa awak untuk membombardir benteng-benteng gerakan Taliban.

Di Somalia, Amerika Serikat, negara-negara Afrika, dan negara-negara Arab mendukung sikap Presiden Somalia, Syarif Sheikh Ahmed ketika mengumumkan perang melawan Gerakan Pemuda Mujahidin dan Partai Islam. Dalam sepuluh hari saja telah membunuh puluhan warga. Bahkan perang saudara di Somalia yang didukung oleh Amerika masih terus melayangkan nyawa-nyawa warga. Sehingga, penderitaan demi penderitaan terus membayangi rakyat Somalia, padahal selama ini mereka telah diselimuti penderitaan yang disebabkan oleh peperangan, kemiskinann, dan kekeringan.

Di Palestina, dan di sekitar negara-negara Arab, Perdana Menteri Negara Yahudi mengadakan perjalanan di Sharm el-Sheikh dan Amman. Anehanya, ia disambut dengan penuh kehangatan, padahal ia terang-terangan menolak semua solusi damai dengan mereka, para penguasa. Tentu pemandangan memalukan itu tidak akan pernah terjadi, seandainya tidak ada tekanan dari Amerika terhadap mereka, para penguasa pengkhianat itu agar menyambutnya. Bahkan, Amerika melalui Obama menuntut semua negara Arab dan negara yang ada di dunia Islam agar menormalisasi hubungan dengan entitas Yahudi sebagai prasyarat untuk mencapai apa yang disebut dengan proses perdamaian.

Sesungguhnya permusuhan Amerika yang terang-terangan terhadap kaum Muslim ini harus disikapi dengan permusuhan yang sama. Sehingga tidak boleh mengikuti apa yang didektikan oleh Amerika, dan tidak boleh memperlihatkan keramahan apapun kepada Amerika dan sekutunya yang telah banyak membuat problem-problem besar di tengah-tengah umat Islam.

Memperlihatkan permusuhan, mengobarkannya, dan menanamkannya merupakan perkara yang mungkin dan mudah. Kami melihat negara-negara Amerika Latin saja bisa membangun permusuhan terhadap Amerika Serikat, dan sukses hingga dalam beberapa hal mampu menghentikan agresi Amerika di Amerika Latin.

Termasuk paradok politik yang mengherankan bahwa negara-negara yang tidak mengenal Islam dan tidak mengenal ideologi besar berhasil membangkitkan rakyatnya untuk melawan dan memusuhi Amerika, sementara negara-negara yang ada di dunia Islam yang sedang mengalami kelumpuhan yang kronis belum mampu mengambil inisiatif untuk melawan arogansi Amerika. Lihatlah Burma – Myanmar – yang menghakimi pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi dengan tuduhan berkomplot dengan Amerika hanya karena ia bertemu dengan para utusan AS di rumahnya ketika ia dikenakan tahanan rumah.

Sesungguhnya yang harus dilakukan umat Islam adalah membangun kembali sikap permusuhan terhadap Amerika dan itu dilakukan dengan serempak sehingga menjadi opini umum di tengah-tengah umat Islam bahwa Amerika adalah musuh utama yang senantiasa mengancam kehidupan mereka semua.

Mengenang Kembali Ibunda Fatimah Az Zahra

Dahulu kala, masyarakat memandang perempuan bagaikan hewan atau bagian dari kekayaan yang dimiliki oleh seorang laki-laki. Demikian pula masyarakat Arab pada masa Jahiliyah. Mereka senantiasa memandang wanita sebagai makhluk yang hina. Bahkan, sebagian di antara mereka ada yang menguburkan anak perempuan mereka hidup-hidup.

Ketika fajar mentari Islam terbit, Islam memberikan hak kepada kaum hawa dan telah menentukan pula batas-batasnya, seperti hak sebagai ibu, hak sebagai istri, dan hak sebagai pemudi.

Tentu kita semua sering mendengar hadis Nabi saw yang menyatakan, “Surga itu terletak di bawah kaki ibu.”

Di lain kesempatan, beliau bersabda, "Kerelaan Allah terletak pada kerelaan orang tua." (Dan perempuan termasuk salah satu dari orang tua).

Islam telah memberikan batasan kemanusiaan kepada wanita dan memberikan aturan, undang-undang yang menjamin perlindungan, penjagaan terhadap kemuliaan wanita dan kehormatannya.

Sebagai contoh yang jelas ialah hijab atau jilbab. Jilbab bukanlah penjara bagi wanita, tapi ia merupakan kebanggaan baginya, sebagaimana kita selalu melihat permata yang tersimpan rapi di dalam kotaknya, atau buah-buahan yang tersembunyi di balik kulitnya.

Sedangkan bagi wanita muslimah, Allah SWT telah memberikan aturan yang dapat melindunginya dan menjaga diriya, yaitu jilbab. Bahkan tidak hanya sekedar pelindung, jilbab dapat menambah ketenangan dan keindahan pada diri wanita tersebut.

Wanita dalam pandangan Islam berbeda secara mencolok dari apa yang terjadi di Barat. Dunia Barat memandang wanita laksana benda atau materi yang layak untuk diiklankan, diperdagangkan, dan bisa diambil keuntungan materinya, dengan dalih memelihara etika dan kemuliaan wanita sebagai manusia.

Pandangan ini benar-benar telah membuat nilai wanita terpuruk dan terpisah dari naluri serta nilai-nilai kemanusiaan. Kita juga menyaksikan keretakan keluarga, perceraian yang terjadi di dalam masyarakat Barat telah sedemikian mengkuatirkan.

Dalam pandangan dunia Barat, wanita telah berubah menjadi seonggok barang yang tidak berharga lagi, baik dalam dunia perfilman, iklan, promosi, ataupun dalam dunia kontes kecantikan.

Teman-teman, marilah kita sejenak menengok sosok teladan kaum wanita dalam Islam yang terwujud dalam kehidupan putri Rasulullah tercinta.

Dialah Siti Fatimah Az-Zahra .

Putri tersayang Nabi Muhammad saw.

Istri tercinta Imam Ali .

Kisah Lima Perkara Aneh

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."

Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengatakan tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.